24 Mei 2008

[SIKAP] Pernyataan Sikap FPN 21 Mei 2008

FRONT PEMBEBASAN NASIONAL

(ALIANSI BURUH MENGUGAT, SERIKAT MAHASISWA INDONESIA, PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA, PERSATUAN POLITIK RAKYAT MISKIN, WALHI, FBTN, PEREMPUAN MAHARDIKA, BURUH PUTRI INDONESIA, KPA, SERIKAT PENGAMEN INDONESIA, IGJ, LBH JAKARTA, JGM, KORBAN, ARM, PRAXIS, IKOHI, FKML, KPSNI, GMNI UKI, SPRP, KBRD, BEM UNINDRA, LMND-PRM, FP-UNTAR, JK-LPK, KONTRAS, VHR, ELSAM, JKB, PBHI JAKARTA, LPBH FAS, SPEED, SIEKAP, SP-PLN, SP-ANGKASA PURA I, SP-PJB, SPPP, PERGERAKAN, SPKAJ, BKPJ)
Sekber : Jl.Pori Raya No 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Telp/Fax : 021 4757881, Email : front.pembebasan.nasional@gmail.com
======================================================


GAGALKAN KENAIKAN HARGA BBM DENGAN PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT!
AMBIL ALIH INDUSTRI MIGAS, OLEH PERSATUAN MOBILISASI RAKYAT DAN DIBAWAH KONTROL RAKYAT!
SINGKIRKAN KAUM MODAL, ELIT POLITIK DAN PARTAI PENIPU RAKYAT..SAATNYA RAKYAT BEKUASA!!

Setelah Pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM, dengan cepat kekuatan politik rakyat mulai merespon, terutama dengan menggunakan metode aksi massa, metode yang telah terbukti efektif untuk mengalahkan rencana-rencana jahat Politik Elit, Politik Modal. Setiap hari, di semua kota, mahasiswa telah bergerak, dan disambut oleh rakyat dengan semangat juang yang tinggi.

Nampaknya, kehendak menggagalkan kenaikan haga BBM ini, yang seiring dengan kehendak perubahan yang fundamental, ditanggapi kekuatan Politik Elit dengan gelap mata, baik dengan statement yang menyesatkan maupun dengan tindakan-tindakan respresif di berbagai daerah, seperti penangkapan dan penyerbuan sekretariat bersama aktifis-aktifis Komite Politik Rakyat Miskin di Balikpapan, Kalimantan Timur setelah beberapa hari sebelumnya mengadakan aksi penolakan kenaikan harga BBM, sekaligus mengkampayekan pada rakyat bahwa kekuatan politik elit saat ini telah gagal.

Hal yang sama juga terjadi di Surabaya, ratusan mahasiswa yang melakukan demonstrasi menolak kenaikan harga BBM pada saat kedatangan Presiden SBY di Unair, direpresif dan satu mahasiswa ditangkap. Di Makasar, hampir setiap hari polisi melakukan tindakan-tindakan respresif terhadap aksi-aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Kehendak perubahan rakyat yang saat ini ditakuti oleh kekuatan Politik Elit adalah kehendak Melawan Penjajahan Modal Internasional yang difasilitasi oleh seluruh kekuatan Politik Elit, dan rencana kenaikan harga BBM ini telah membuka karakter sesunguhnya dari kekuatan Politik Elit Indonesia

Sebab-sebab Kenaikan Harga BBM Internasional:

1. Sebab yang paling sering diberitakan adalah menurunnya pasokan dari negeri-negeri penghasil minyak, baik karena sedang ada pergolakan (seperti Irak ataupun Nigeria), menurunnya cadangan minyak di beberapa negara (misalnya Indonesia) maupun karena pemerintah dan rakyat di beberapa negara sedang melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak Internasional (seperti yang terjadi di Venezuela), sementara kebutuhan energi terus meningkat, baik di negara-negara Imperialis (Amerika sebesar 20,59 juta barel per hari, Jepang sebesar 5,22 juta barel per hari, Rusia sebesar 3,10 juta barel per hari) maupun di negara-negara yang sedang meningkat pertumbuhan ekonominya (seperti India sebesar 2,53 juta barel per hari maupun Cina sebesar 7,27 juta barel per hari), sekalipun tidak ada bukti kuat, yang menyatakan bahwa Industri Minyak yang ada di seluruh dunia, tidak mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Negara –negara OPEC maupun non OPEC masih sanggup mencukupi kebutuhan minyak dunia.

2. Penyebab yang sejati, dan ini yang jarang sekali di beritakan adalah spekulasi minyak di pasar saham Internasional. Seperti juga halnya dengan saham-saham lainnya, maka perdangan saham minyak ini sangat rentan dengan spekulasi-spekulasi, inilah yang sebenarnya menjadi pemicu utama kenaikan harga BBM Internasional.

Sebab-Sebab Kenaikan Harga BBM Indonesia :

1. Menurut Pemerintah, Beban Anggaran Negara (APBN) mengalami defisit karena kenaikan harga BBM Internasional. Ini adalah bohong! Yang banar, defisit Anggaran Negara lebih dikarenakan pembayaran hutang luar negeri yang besarnya bisa mencapai 150 trilyun rupiah per tahun.

2. Harga BBM di Indonesia selalu naik mengikuti harga dunia karena mayoritas Perusahaan Minyak dan Gas di Indonesia, di kuasai oleh Modal Asing (Pemilik Industri Minyak Dunia) sehingga hasil dari minyak Indonesia, lebih diutamakan untuk di jual ke pasar Internasional, dan jikapun harus dijual di Indonesia, maka harganya sama dengan harga BBM Internasional itu (yang di tentukan oleh mereka juga).

3. Yang di jual ke dalam negeripun, di batasi hanya 25 % x (15 % x total produksi), itupun pemerintah harus membeli dengan harga Internasional, setelah selama 60 bulan Modal Internasional di bebaskan menjual semua hasil produksinya ke pasar Internasional ( yang biasa di sebut sebagai Domestic Market Obligation/DMO Holiday)

4. Indonesia tidak punya Industri yang mengolah minyak mentah ke minyak siap pakai, sehingga BBM yang sehari-harinya kita gunakan itu, harus kita beli dari Negara lain. Sederhananya, kita punya minyak mentah (tapi di kuasai Asing, hanya sebagian kecil di kuasai PERTAMINA) di bawa ke luar negeri untuk di olah, kemudian kita beli lagi dengan harga Internasional, itu yang membuat harga BBM kita selalu mengikuti harga Internasional.

5. Yang membuat lebih mahal lagi, pembelian ataupun penjualan minyak itu melalui perusahaan-perusahaan broker, sehingga lebih mahal lagi ketika di jual ke rakyat (besarnya keuntungan untuk import bisa mencapai 30 sen per barel, dengan total impor kita mencapai 113 juta barel per tahun, sehingga keuntungan broker adalah US $ 170 juta, atau 1,6 trilyun rupiah. Sedang untuk eksport keuntungan broker US $ 2 per barel, dengan ekport kita per hari adalah 490 ribu barel, sehingga uang yang masuk ke kantong broker adalah 9,3 milyar rupiah per hari atau 3,3 trilyun per tahun.

6. Yang lebih Parah lagi, seluruh biaya Perusahaan-Perusahaan Asing itu untuk mengambil minyak mentah ( mulai dari survey awal hingga produksi berjalan) sepenuhnya (100 %, bahkan sekarang mencapai 120% karena ada tambahan 20 % bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan sumur-sumur minyak yang telah diolah sebelumnya) di biayai oleh Pemerintah (tentu dengan uang rakyat, yang dibayar lewat pajak dan lain sebagainya), yang biasa di sebut cost recovery

Kesimpulan :

1. Jadi sekalipun Bangsa Indonesia memiliki sedikitnya 329 Blok/Sumber Migas dengan lahan seluas 95 juta hektar (separuh luas daratan Indonesia ) dengan cadangan minyak yang diperkirakan mencapai 250 sampai dengan 300 miliar barel (Setara Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia saat ini) dengan total produksi minyak mentah hari ini mencapai 1 juta barel per hari atau 159 juta liter per hari, tidak bermanfaat bagi Rakyat Indonesia.

2. Dengan kesanggupan memproduksi BBM mentah sebesar 1 juta barel perhari, dengan naiknya harga BBM internasional saat ini yang mencapai US $ 120 / barel) maka nilainya mencapai 1,104 triliun per hari atau 397,44 triliun per tahun. Belum termasuk nilai penjualan gas yang juga luar biasa besarnya, mencapai 82,8 trilun per tahun, artinya total pendapatan negara mencapai Rp 480,24 trilyun pertahun atau 1,3 trilyun perhari.

3. Belum lagi Negara tidak perlu mengeluarkan cost recovery yang sangat besar,tahun 2007 saja, pemerintah mengeluarkan dana 93,9 trilyun rupiah untuk cost recovery.

4. Keuntungan untuk rakyat akan bertambah, jika Minyak Mentah di Indonesia, bisa di olah sendiri, tanpa harus membawa ke luar negeri untuk di olah, dan kemudian di beli Indonesia lagi. Bayangkan saja, untuk Broker saja (ekspor di tambah import), terbuang uang 4,9 trilyun rupiah pertahun

5. Artinya pemerintah (jika pro rakyat) mempunyai dana Rp 480, 24 trilyun + 93,9 trilyun + 4,9 trilyun = Rp 579,04 trilyun setahun atau 1,6 trilyun per hari dari penghasilan Migas. Jika di tambah dengan keberanian untuk tidak membayar hutang, maka duit pemerintah adalah 579,04 trilyun + 150 trilyun = Rp 729,04 trilyun per tahun atau 2 trilyun per hari.

6. Sekarang bandingkan dengan dana BLT yang hanya 14 trilyun selama 6 bulan dari juni sampai desember 2008 ( berarti 0,01 trilyun per hari ) yang dalam prakteknya hanya 100 ribu perbulan, atau 3000 perhari. Untuk ongkos angkutan itu saja sudah tidak cukup, apalagi buat yang lainnya.

Kenapa Bangsa Indonesia Yang Kaya dan Besar Bisa Terjajah Modal Asing?

1. Karena seluruh Kekuatan Politik Indonesia (Partai Sisa Orde Baru, Tentara, Partai Reformis yang sebenarnya Gadungan, Partai Nasionalis yang juga Gadungan, juga Partai yang mengatasnamakan Agama, tetapi membiarkan umatnya terjajah) pengecut di Hadapan Modal Internasional, bahkan dengan suara bulat mendukung pengesahan segala macam UU atau peraturan yang membiarkan Modal Internasional menjarah kekayaan alam termasuk minyak kita (yang terbaru adalah UU Penanaman Modal dengan segala turunannya) dan menghisap tenaga kerja kita.

Jika sekarang PDIP, PKB, PKS, PAN atau Ketua DPR yang GOLKAR itu menolak rencana kenaikan BBM, itu hanya jualan buat menang pemilu 2009 nanti. Demikian juga dengan Tokoh-Tokoh Elit Politik Lama ( Amien Rais, Wiranto, Rizal Ramli, Gus Dur, Megawati dll) yang sekarang berada di Pinggiran, yang sibuk berkoar menolak, sejatinya juga sama saja, tidak ada yang sejati berani melawan Penjajahan Modal Asing, seperti Castro di Kuba, Chavez di Venezuela, Evo Maorales di Bolivia ataupun Soekarno di Indonesia.

2. Karena Intelektual (Pengamat Ekonomi, Politik dan lain sebagainya, Rektor maupun Dosen) juga sama pengecutnya, bahkan banyak yang bersedia di bayar oleh Modal Internasional melalui pemerintah ataupun yang lain, untuk mendukung program-program Penjajahan itu (baik dengan memberikan dana penelitian, beasiswa, fasilitas dan lain sebagainya).

Tentu kita masih ingat pada tahun 2005 yang lalu, ketika terjadi kenaikan BBM, Intelektual yang di sponsori oleh Freedom Institute memasang iklan satu halaman penuh mendukung kenaikan harga BBM. Yang terlibat di antaranya Rizal Malarangeng, Goenawan Muhammad, Dana Iswara, Chatib Basri, Rahmat Toleng, Ulil Absar Abdalla dan sejumlah tokoh lainnya. Intelektual lainnya yang juga mendukung kenaikan harga BBM adalah Faisal Basri.

3. Pengusaha-pengusaha dalam negeri, juga bermental sama seperti Elit-Elit Politik itu, bukanya melawan Dominasi Modal Internasional, malah menjadi agen-agen Modal Internasional, bahkan yang sekarang gencar mendukung kenaikan harga BBM adalah Organisasi Pengusaha seperti KADIN (Kamar Dagang Indonesia) dan APINDO (Assosiasi Pengusaha Indonesia).

4. Kekuatan utama yang sanggup menghadapi Modal Internasional, yakni Klas Buruh dan Rakyat Tertindas belum menunjukan kekuatan sejatinya, berupa Mobilisasi Aksi Nasional dan Persatuan Organisasi Gerakan. Itulah sebabnya, kami membentuk Front Pembebasan Nasional, yang akan terus dikuatkan dan di besarkan, tidak hanya di Wilayah Jabotabek melainkan ke seluruh wilayah Indonesia.

Hingga saat ini Front Pembebasan Nasional telah terbentuk di Medan, Lampung, Jabodetabek, Bandung, Garut, Semarang, Solo, Surabaya, Palu, Bima, Makasar, Luwuk. Sementara itu yang dalam proses pembentukan FPN adalah kota-kota Labuan Batu, Siantar, Cimahi, Indramayu, Yogya, Malang, Kupang, Samarinda, Balikpapan, Banggai, Ternate dan Ambon. Semua kota di atas, pada tanggal 21 MEI ini melakukan aksi secara serentak, mengepung pusat-pusat kekuasaan di wilayahnya masing-masing.

Jalan Keluar Rakyat Indonesia :

1. Ambil Alih atau nasionalisasi seluruh Industri Migas di Indonesia, juga Industri vital lainnya, oleh penyatuan mobilisasi rakyat dan di bawah kontrol rakyat.
2. Stop rencana privatisasi terhadap 43 BUMN.
3. Hapus Hutang Luar Negeri, dengan kekuatan penyatuan mobilisasi rakyat
4. Bangun Kerja sama dengan pemerintah dan rakyat Venezuela dan Bolivia untuk pembangunan Refinery dan Industri Minyak di Indonesia
5. Diversifikasi Energi yang menjamim kelangsungan lingkungan
6. Singkirkan Kaum Modal, Elit dan Parpol Penipu Rakyat, bangun Kekuasan Rakyat Sendiri

Jalan Keluar Jangka Pendek :

1. Batalkan Rencana Kenaikan Harga BBM dan Turunkan Harga
2. Sita harta Soeharto dan kroninya, dan Sita dana BLBI.
3. Potong Gaji Pejabat dari Pejabat-Pejabat di Tingkat Nasional, hingga tingkat Kecamatan sebesar 50 %
4. Potong Gaji Eksekutif di Perusahaan Swasta sebesar 50 %
5. Pembatasan Mobil Pribadi dengan cara membatasi jumlah mobil yang bisa dimiliki, menaikan pajak mobil, menaikan biaya parkir dan lain sebagainya
6. Tetapkan Pajak 35 % dari penjualan Eksport dan Import Minyak

Seruan Persatuan Perlawanan :

1. Lakukan Aksi-Aksi Massa setiap hari, di manapun, dengan cara pemogokan pabrik, blokir jalan, pendudukan kantor-kantor pemerintah, maupun dengan aksi-aksi massa di jalan-jalan untuk menggagalkan kenaikan harga BBM

2. Satukan aksi-aksi mahasiswa dengan aksi-aksi rakyat, jadikan kampus sebagai salah satu tempat konsolidasi perlawanan massa rakyat.

3. Bangun Persatuan Gerakan Rakyat Melawanan Penjajahan secara Nasional sebagai embrio Pemerintahan Rakyat.


JAKARTA, 21 MEI 2008

FRONT PEMBEBASAN NASIONAL

Tidak ada komentar:

TERBITAN KPRM-PRD