17 Mei 2008

DARURAT: Penyerangan terhadap Sekretariat Bersama KPRM Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 17 Mei 2008, Pk. 00:10 WIT

Penyerangan terhadap Sekretariat Bersama Komite Politik Rakyat Miskin (KPRM) Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 17 Mei 2008, Pk. 00:10 WITA.

Telah terjadi tindakan brutal oleh 20 orang tidak dikenal (preman), terhadap sekretariat bersama Komite Politik Rakyat Miskin (KPRM) Balikpapan, Kalimantan Timur, malam ini, pukul 00:10 WITA. Diantara para penyerang terlihat intel/polisi, yang sebelumnya sudah melakukan pengawasan. Ketika kejadian berlangsung, ada beberapa kawan dari Serikat Pengamen Indonesia (SPI) Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi-Politik Rakyat Miskin (LMND PRM), Komite Politik Rakyat Miskin-Partai Rakyat Demokratik (KPRM-PRD) yang berada di dalam sekretariat.

Sore sebelum penyerangan dilakukan, 3 orang kawan dari Serikat Pengamen Indonesia (SPI): Lasai, Pice, dan Akbar, diculik secara tiba-tiba di depan SMK 3 Balikpapan, dalam perjalanan mereka menjemput kawannya. Mereka kemudian di bawa ke kantor polisi dengan tuduhan melakukan tindakan anarkis. Namun dalam interogasi yang dilakukan oleh aparat, mereka diintimidasi atas aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM yang mereka lakukan sebelumnya, serta mengancam agar tidak melakukan demonstrasi lagi. Dalam interogasi paksa tersebut, mereka dipukuli (disekujur tubuh), bahkan seorang kawan (Pice) dibakar jenggotnya. Tepat pukul 20:00, mereka dibebaskan.

Dua peristiwa brutal pada hari ini dapat dipastikan terjadi sebagai upaya intimidasi dan teror, yang dilakukan pihak aparat dan intelejen, untuk menghentikan rencana-rencana aksi demonstrasi besar-besaran Menolak Kenaikan BBM, yang akan dilakukan pada tanggal 21 Mei nanti secara serentak nasional. Tuntutan aksi yang dilakukan sebelumnya adalah: Menolak Rencana Kenaikan Harga BBM; Turunkan Harga; dan Menolak Kekuatan Sisa Orde Baru, Reformis Gadungan dan Militer.

Hingga berita ini disampaikan, kawan-kawan sedang berkonsolidasi untuk melawan tindakan brutal ini, dan tidak sejengkalpun mundur dari rencana mobilisasi aksi besar-besaran menuntut pembatalan rencana kenaikan BBM.

Tindakan teror semacam ini amatlah lazim di era kediktatoran Soeharto, artinya, ketika tindakan semacam itu masih terus terjadi di negeri ini, militerisme dan sisa-sisa politik orde baru masih terus merambah kehidupan sipil. Hanya ada satu kata: LAWAN!

Solidaritas kawan-kawan sangat dibutuhkan untuk memperkuat barisan perlawanan sekaligus menekan pihak-pihak yang terkait untuk menindak secara hukum para pelaku pengrusakan dan intimidasi/teror tersebut.

Kirimkan solidaritas anda melalui:
Pesan Singkat ke No: 0856-52208434; atau 0815-8126673
Email:
pembebasan.kprm@gmail.com; dan front.pembebasan.nasional@gmail.com.

Hanya Ada Satu Kata: LAWAN!

2 komentar:

KPRM-PRD mengatakan...

From: moloekat@yahoo.com
date Sat, May 17, 2008 at 6:12 AM
subject RE: #sastra-pembebasan# Fwd: Penyerangan terhadap Sekretariat Bersama KPRM Balikpapan, Sabtu, 17 Mei 2008, Pk. 00:10 WITA

Kaltim kaya tak hanya minyak, tapi juga batubara, hutan, dll. Para preman itu maunya BBM mahal agar bos mereka tambah kaya. Kita telah diajari jadi preman oleh penguasa. Maka makin hari jadilah indonesia ini kerajaan preman. Lawan penindasan itu! Mari persenjatai diri dg roket moral, meriam semangat, rudal kebajikan, pedang kebenaran! Lawan! Takdir telah digariskan bahwa perjuangan atas kebenaran pasti dalam kemenangan. Lawan!

Kamuda mengatakan...

GERAKAN RAKYAT TOLAK KENAIKKAN HARGA BBM Kalimantan Timur:
KPRM, PRP, Walhi, Faksi, BEM Se-Unmul, BEM Polnes, Rumah Bambu, Pokja 30, FNPBI-PRM, LMND-PRM, JNPM, PMII, SP-OSKM Sumalindo, SP-SBMI, ABM, ARM, SBSI-SKM, KSBI, Jari, JATAM, JEFF, SHI, KAMMI, HMI, C-Force, HMB-R, Untag, BEM STAIN, Pelajar SMK 09, KM Hukum, FPWM, SRMK.
Menyatakan MENGUTUK DAN MENUNTUT agar Polisi segera mengusut tuntas tindakan intimidasi dan teror terhadap aktivis KPRM Balikpapan pada dinihari 17 Mei 2008.
Karena itu, kami akan menyampaikan sikap terbuka dan solidaritas kami terhadap tindakan reffressif tersebut pada aksi besar-besaran kami menolak kenaikan harga BBM di Samarinda pada hari Senin, 19 Mei 2008 dengan singgah di halaman kantor Poltabes Samarinda untuk menyampaikan solidaritas dan kecaman kami terhadap tindakan intimidasi/teror tersebut yang disinyalir dilakukan oleh militer/Polisi--Intel.
Karena itu, sekaligus kami menyerukan kepada segenap kekuatan rakyat yang ada pada saat gejolak perlawanan terhadap kenaikan harga BBM ini agar bersatu dan menolak Sisa-Sisa Orba; GOLKAR, Reformis Gadungan; PDI-P, PKS, PAN, PKB, dsb (Parpol-Parpol yang ada di Parlemen), serta yang baru saja menunjukkan wataknya di Balikpapan sebagai salah satu biang kerok penghambat demokrasi, yaitu; MILITER.
Terus Maju dengan Kekuatan Rakyat Miskin!!
Sekian dan terimakasih.

Samarinda, 18 Mei 2008

Wendy
HUMAS

TERBITAN KPRM-PRD