01 Juni 2008

Agenda-agenda perlawanan Front Pembebasan Nasional dan Jaringan Front Pembebasan Nasional

Sumatera Utara:

Selasa, 27 Mei 2008: Ratusan Massa dari FPN Sumatera Utara melaukan aksi penyegelan SPBU Petronas yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Medan. Penyegelan ini di lakukan sebagai simbol perlawanan terhadap Modal Internasional yang menjarah kekayaan alam Indonesia, juga sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan SBY-JK yang selalu tunduk pada kepentingan Modal Internasional. Selain melakukan penyegelan SPBU, massa FPN juga melakukan aksi teaterikal dan pembakaran ban bekas.

Sebelumnya, gedung DPRD Sumut juga di demo oleh FPN, yang pada intinya menyatakan ketidak percayaan pada Elit-Elit Politik yang ada di parlemen, karena tidak mampu mensejahterakan rakyat.

Jabotabek :

Kamis, 29 Mei 2008 : Sekitar 2000 orang massa FPN melakukan aksi ke Istana Negara. Aksi ini di mulai dari dua titik kumpul, Grogol dan Salemba. Massa dari dua titik ini kemudian melakukan longmarch (rute aksi dari Grogol: Grogol-Roxy-Harmoni-Istana. Rute dari Salemba: Salemba-Senin-Tugu Tani-Kedubes AS-Istana) untuk mengajak rakyat di sepanjang rute aksi agar terlibat dalam aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM. Selain menolak kenaikan harga BBM, FPN juga menyerukan pada rakyat untuk segera melakukan nasionalisasi industri migas di bawah kontrol rakyat, menyerukan agar gaji pejabat negara yang sangat besar untuk di potong, agar tidak membebani anggaran negara.

Setelah melakukan longmarch dari dua ttitik tesebut yang mendapatkan sambutan hangat dari rakyat di sepanjang jalan, massa aksi bertemu di depan RRI untuk mengkonsolidasikan kekuatan. Sebelumnya massa yang bergerak dari Grogol, berhenti terlebih dahulu di Depan Kantor Menkokesra, untuk memberikan kecaman terhadap Elit Politik yang gagal.

Upaya ribuan massa FPN untuk bergerak ke Istana, tidak berjalan mulus karena aparat kepolisian mencoba memprovokasi, dengan mencoba membubarkan massa, mengancam supir mobil komando, membentak massa, bahkan hingga memukuli koordinator barisan pelopor, kawan Kuswara hingga memar di bagian muka. Namun provokasi ini tidak di tanggapi oleh massa FPN dengan kepala panas, melainkan dengan cara menyolidkan barisan dan sedikit demi sedikit bergerak maju ke Istana, dan akhirnya massa aksi dapat maju hingga di seberan jalan depan Istana Negara dan melakukan Pidato-pidato politik dari pimpinan-pimpinan berbagai macam organisasi yang tergabung dalam FPN.

Dalam aksi kali ini, FPN sekali lagi menunjukan garis politik anti kooptasi Elit Politik secara tegas, ketika Permadi yang merupakan anggota DPR dari PDIP, nampak di sekitar lokasi aksi, massa FPN dengan semangat menyerukan yel-yel aksi “ Elit Politik,Gulingkan! Rakyat Berkuasa” yang di tujukan pada Permadi. Tentu saja, Permadi menjadi terkejut karena biasanya, kedatangan anggota Dewan untuk memberikan dukungan pada aksi-aksi tertentu di sambut hangat oleh massa, namun bagi FPN, sikap anggota Dewan/Elit Politik yang saat ini menolak kenaikan harga BBM adalah kepalsuan, karena di tangan DPR dan Pemerintalah lah semua kebijakan yang meliberalkan sektor migas di godok, di buat dan dijalankan.

Akhirnya tepat pukul 17.30, ribuan massa FPN membubarkan diri, dengan terlebih dahulu membuat barisan panjang menuju ke Patung Kuda, dan kemudian kembali ke tempat masing-masing.

Minggu, 1 juni 2008: 2 ribu massa FPN yang diantaranya menggunakan kendaraan bermotor, akan mengadakan aksi massa menolak kenaikan harga BBM. Massa akan berkumpul di Bunderan HI, kemudian akan ke kantor Bank Dunia dan Istana Negara. Selain menuntut pembatalan kenaikan harga BBM, FPN juga menuntut agar Industr Migas yang saat ini di kuasai Internasional, untuk di nasionalisasi, bukan oleh elit politik, tapi oleh kekuatan rakyat yang terorganisir. Sebelum menuju ke bunderan HI, massa FPN yang berasal dari Bekasi, akan melakukan aksi mimbar bebas di beberap terminal antara lain, terminal cikarang dan bekasi.

Aksi kali ini, mengarah ke Bank Dunia, untuk menunjukan pada rakyat Indonesia, bahwa kenaikan harga BBM tidak lepas dari campur tangan lembaga-lembaga keuangan Internasional, dengan menggunakan pemerintahan boneka di negara-negara dunia ketiga.

Menjelang aksi 1 juni ini, upaya-upaya untuk melemahkan pembangunan gerakan FPN ataupun gerakan rakyat yang lain semakin gencar. Selebaran-selebaran gelap yang berisikan provokosi terhadap FPN –seperti FPN akan mengganti uang tranport dan makan bagi peserta aksi, FPN membagi-bagi sembako gratis dll- semakin banyak, juga sms-sms fitnah terhadap FPN maupun terhadap individu-individu dalam FPN

Yogyakarta:

Minggu, 1 juni 2008 : KRB (Komite Rakyat Bersatu), akan melakukan aksi dari Tugu Yogyakarta ke Istana Agung. Dengan perkiraan massa mencapai 400 orang berencana untuk menduduki Istana Agung. Aksi ini akan di mulai jam 11 siang. Sebelum aksi telah di lakukan berbagai pra kondisi di posko-posko batalkan kenaikan BBM, dengan persatuan rakyat, saatnya rakyat berkuasa. Aktifitas di posko-posko antara lain menyebakan angket yang berisi pertanyaan :

1. Apakan anda setuju kenaikan BBM ?

2. Apakah anda sepakat dengan aksi-aksi penolakan kenaika BBM?

3. Apakah anda bersedia ikut aksi menolak kenaikan Harga BBM ?

Selain angket, juga di lakukan pemutaran film, diskusi dan pertunjukan kesenian.

Posko-pokso ini telah ada di :

1. Posko Induk, UGM, Yogyakarta

2. Posko di Kampus Atmajaya, Babarsari, Yogyakarta

3. Posko di Suryo Wijayan

4. Posko di Kampus UIN

5. Posko di Kampus UMY

6. Posko di Sewon

7. Posko di Parang Tritis

8. Posko di Bawu Sasran

Semarang, Jawa Tengah :

Senin, 2 juni 2008: FPN Semarang akan melakukan aksi penutupan/blokir jalan di beberapa titik, antara lain Kaligawe dan Banyumanik.

Jawa Timur

Surabaya dan Sekitarnya

Minggu, 1 juni 2008: 500 massa FPN akan melakukan aksi dari Hotel Cendana ke Gedung Grahadi (Kantor Gubernur) Jawa Timur, untuk menuntut pembatalan kenaikan harga BBM. Sama seperti FPN di daerah lainnya, FPN Jatim juga menuntut Nasionalisasi Industri Migas di bawah kontrol rakyat., karena semua elit-slit politik telah gagal. Bersamaan dengan aksi, FPN Jawa Timur juga akan membuka Posko Induk Pengaduan Dampak Kenaikan Harga BBM di depan Gedung Grahadi, yang sudah di dirikan malam ini.

Senin, 2 juni : FPN Jawa Timur akan melakukan aksi solidaritas terhadap PHK 150 buruh yang menjadi anggota FSPMI. PHK ini dilakukan oleh pihak pengusaha PO CIPTO karena tidak menginginkan adanya serikat buruh di perusahaannya. Aksi solidaritas ini akan di lakukan di Konjen Jepang. Selain aksi solidaritas, aksi hari senin ini juga tetap mengkampanyekan penolakan terhadap kenaikan harga BBM

Perkembangan lain :

FPN Jawa Timur telah membuka posko-posko Pengaduan Dampak Kenaikan BBM di berbagai tempat :

1. Posko di Lempung Tama (kawasan Industri Tandes) Surabaya

2. Posko di Kampus Untag, Semolawaru, Surabaya

3. Posko di Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya

4. Posko di Kampus IAIN, Wonocolo, Surabaya

5. Posko di sekretariat KPPD, Ngagel, Suarabaya

6. Posko di Sekber FPN, Dukuh Kupang, Surabaya

Malang

Minggu, 1 juni 2008 : Jaringan FPN di Jawa Timur dengan Organ-Organ Gerakan lainnya yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Malang (FPRM) akan melakukan Rapat Akbar Penolakan Kenaikan Harga BBM di Balai Kota Malang, dengan perkiraan massa berjumlah 1458 orang. Sebelumnya telah di bagikan petisi penolakan kenaikan harga BBM di basis masing-masing organisasi.

Kalimantan Timur

Samarinda

Upaya untuk membangun FPN sedang di lakukan, dengan cara melakukan diskusi-diskusi dengan organisasi-organisasi yang struktur nasionalnya telah tergabung dalam FPN, di samping diskusi dengan organ gerakan setempat yang juga mempunyai kehendak yang sama. Hasil diskusi di antara organisasi ini akan di share ke organ-organ gerakan secara luas, karena di Kalimantan Timur sudah terbangun aliansi untuk merespon kenaikan harga BBM dan sudah beberap kali melakukan aksi-aksi.

Sulawesi Tengah

Palu

Sekitar tanggal 2-10 Juni, FPN Palu akan mengadakan aksi massa menolak kenaikan harga BBM

Parigi

Senin, 2 Juni 2008: FPN Pargi berencana akan melakukan aksi menolak kenaikan harga BBM, Nasionalisasi Industri Migas di Bawah kontrol Rakyat, dengan perkiraan massa mencapai 1000 orang yang berasal dari Serikat Tani Parigi dan Organisasi Pemuda, dengan sasaran aksi Gedung Bupati dan Gedung DPRD Parigi.

Tidak ada komentar:

TERBITAN KPRM-PRD