05 November 2008

Kaum Buruh Bersatulah, Lawan Kapitalisme dan Antek-Anteknya, Tinggalkan Serikat Buruh Gadungan

Jakarta-Lebih dari limapuluhan buruh yang mewakili perusahaan-perusahaan yang ada di Jabotabek, pada hari minggu (25/10) di LBH Jakarta menyatakan menolak SKB 4 Menteri, yang telah ditetapkan beberapa hari sebelumnya.

Puluhan buruh ini adalah pimpinan-pimpinan serikat yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat, sebuah Aliansi Buruh yang selama ini terkenal militant dalam memperjuangkan kepentingan kaum buruh Indonesia.

Dalam acara diskusi dan sekaligus konsolidasi tersebut, Elly Salomo dari Badan Pekerja Nasional ABM menyampaikan bahwa SKB 4 Menteri adalah cerminan kebijakan pemerintah yang tunduk pada kepentingan kapitalis, demi menyelamatkan segelintir pemodal dengan mengorbakan jutaan kaum buruh dan rakyat Indonesia.

Lebih jauh Elly menyampaikan bahwa krisis yang terjadi di Amerika dan juga di negara-negara kapitalis lainnya termasuk Indonesia adalah buah dari system kapitalis itu sendiri, yang memang mengandung kontradiksi di dalam dirinya sendiri. Di satu sisi para pemodal ingin mendapatkan keutungan yang sebesar-besarnya, sementara di sisi lain upah buruh (baca: daya beli) di tekan serendah-rendah nya. Akibatnya banyak barang yang di produksi namun tidak sanggup di beli oleh kaum buruh dan rakyat miskin yang merupakan mayoritas penduduk dunia.

Dan seharusnya Pemerintah sekarang, pemerintah-pemerintah sebelumnya, seluruh partai politik, tokoh politik dan ekonom pendukung kapitalis di Indonesia di mintai pertanggungjawabannya, dan sebagai bentuk pertanggungjawabannya mereka tidak bisa lagi meneruskan kekuasaannya.

Mengomentari sikap beberapa serikat buruh besar di dalam Lembaga Tripartit Nasional yang cenderung menyepakati SKB 4 Menteri ini, Elly mengingatkan bahwa saat ini yang dibutuhkan saat ini bukan bergandengan tangan dengan para pengusaha atau para pendukung kapitalis, melainkan bergandengan tangan sesama buruh, bergandengan tangan antara rakyat tertindas untuk melawan kaum pemodal dan antek-anteknya di Indonesia ini.

Di tempat yang sama, Anwar Sastro Ma¢ruf sebagai coordinator ABM mengatakan, bahwa ABM akan mengerahkan anggotanya di berbagai kota di seluruh Indonesia untuk menolak SKB 4 Menteri ini, dan sebagai permulaan dari rangkaian perlawanan terhadap rezim kapitalis, ABM di wilyah Jabotabek akan mengadakan demonstrasi pada tanggal 6 November 2008, dengan sasaran Istana Negara, yang akan di ikuti dengan aksi-aksi lainnya.

Diskusi ini di tutup dengan beberapa keputusan mengenai langkah-langkah kaum buruhi untuk mengatasi krisis, antara lain kaum buruh dan rakyat miskin harus melakukan nasionalisasi terhadap asset-asset vital yang saat ini di kuasai oleh para pemodal baik internasional maupun dalam negeri, dan mengontrolnya secara langsung, terutama pada sector pertambangan, energi dan perbankan. Yang kedua, kaum buruh dan rakyat miskin harus melakukan mobilisasi massa untuk menuntut penghapusan hutang luar negeri, yang telah menghabiskan sebagian besar dana APBN, yang ketiga adalah melakukan mobilisasi untuk menuntut pemberlakukan standarisasi upah layak dan perlindungan pasar dalam negeri. (bw)

Tidak ada komentar:

TERBITAN KPRM-PRD