02 Juni 2008

Liputan Media terhadap aksi FPN di Jakarta

01/06/2008 08:24 wib - Nasional Aktual
Demo Tolak Harga BBM Masih Terus Berlanjut

Jakarta, CyberNews. Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus berlanjut. Setidaknya ada tiga aksi unjuk rasa terkait BBM yang akan di gelar di Jakarta pada Minggu (1/6) ini.

Pada pukul 11.00 WIB, sebanyak 500 orang dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) akan berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia dan depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Selain menuntut pembatalan kenaikan harga BBM, mereka juga menuntut pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok, menaikkan upah buruh dan tani, dan menyediakan lapangan kerja.

Masih di kawasan yang sama, Front Pembebasan Nasional (FPN) juga turut berdemo. Aksi yang diperkirakan diikuti sekitar 1.000 orang ini dimulai pukul 12.00 WIB, kantor World Bank dan depan Istana Merdeka. Mereka juga menuntut nasionalisasi tambang di bawah kontrol rakyat dan menolak intervensi Bank Dunia. Agenda utama mereka tetap menolak kenaikan harga BBM.

Aksi di kawasan Istana masih terus berlanjut. Massa dari Hizbut Tahrir Indonesia pada pukul 13.00 WIB akan berunjuk rasa di depan Istana Merdeka. Mereka juga menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM.

Pada waktu yang bersamaan, berlangsung apel akbar dan pawai oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan. Aksi dilakukan di dua lokasi yakni di belakang Stasiun Gambir dan Bundaran Hotel Indonesia. Kegiatan ini diperkirakan diikuti 3.000 orang. Kegiatan ini digelar untuk menentang adanya kelompok yang melakukan pemaksaan dan kekerasan untuk menghalangi keyakinan kelompok lain. Dalam kegiatan ini rencananya beberapa tokoh masyarakat akan hadir sebagai orator.

(Tempo /CN09)

sumber : http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=6909

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekitar 200 buruh berdemo di depan Kantor Bank Dunia Jakarta, Ahad (1/6). Massa yang tergabung dalam Front Pembebasan Nasional ini memulai unjuk rasa di Hotel Indonesia. Dari Bundaran Hotel Indonesia mereka kemudian konvoi menuju Kantor Bank Dunia Indonesia di Bursa Efek Indonesia.

Aksi ini dilakukan sebagai pernyataan sikap protes mereka terhadap organisasi keuangan dunia ini. Pengunjuk rasa menilai Bank Dunia terlalu banyak intervensi terhadap kebijakan pemerintah yang pada akhirnya menjerat masyarakat Indonesia. Selain itu mereka juga menyatakan sikap menolak kenaikan harga bahan bakar minyak. Menurut para pengunjuk rasa, langkah tersebut tak perlu diambil oleh pemerintah.

Mereka menyatakan, pemerintah seharusnya menyikapi kenaikan harga minyak dunia dengan kebijaan lain yang lebih proporsional, yakni memotong gaji dan tunjangan elit politik hingga 50 persen, mengambilalih atau menasionalisasi industri migas Indonesia dan menghapus hutang luar negeri.(DOR)


Massa Front Pembebasan Nasional Ajak Rakyat untuk Melawan

Minggu, 01 Juni 2008, 14:53:17 WIB

Laporan: Sugihono

Jakarta, myRMnews. Sedikitnya 500 orang yang tergabung dalam Front Pembebasan Nasional yang di antaranya terdiri atas Aliansi Buruh Menggugat, Serikat Pekerja PLN dan Serikat Pekerja Angkasa Pura sudah mendekati Istana Merdeka, Minggu (1/6).

Mereka akan bergabung dengan ribuan orang Hizbut Tahrir Indonesia dan massa buruh lainnya yang sudah lebih dulu datang ke depan Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara.

Massa Front Pembebasan Nasional beriring-iringan menggunakan 10 bus Metromini, sepeda motor dan truk. Dalam aksi kali ini Front Pembebasan Nasional mengeluarkan lima seruan kepada masyarakat Indonesia.

Pertama, para sopir angkot, taksi, bajaj, truk,trailer dan lain-lain harus menolak kenaikan harga BBM. Lebih baik BBM tidak dinaikkan ketimbang tarif angkutan ikut naik.

Kedua, tukang ojek dan pengendara sepeda motor lainnya jelas adalah bagian dari rakyat yang pasti merasakan imbas kenaikan harga BBM. Maka mereka wajib untuk bergabung dalam Front Pembebasan Nasional untuk menolak kenaikan harga BBM.

Ketiga, rakyat di kampung-kampung diserukan untuk berdemontrasi dan mimbar bebas bagi kelompok-kelompok yang menolak kenaikan harga BBM dan membuat posko-posko penolakan kenaikan harga itu.

Empat, semua buruh juga diserukan untuk melakukan aksi dan mimbar bebas di kawasan-kawasan industri dan membentuk posko penolakan kenaikan harga BBM.

Kelima, kepada seluruh rakyat Indonesia diserukan untuk bergabung mendirikan posko-posko perlawanan menolak kenaikan harga BBM. yat

sumber : http://www.myrmnews.com/situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=58397

Warga Kembali Demo Tolak Kenaikan BBM

1 Juni 2008 - 15:58 WIB

Kurniawan Tri Yunanto

VHRmedia.com, Jakarta - Sembilan hari setelah kenaikan harga bahan bakar minyak hingga 28,7%, masyarakat kembali menolak keputusan pemerintah itu. Ratusan orang dari Front Pembebasan Nasional dan Front Perjuangan Rakyat berunjuk rasa di Bundaran HU, Jakarta, Minggu (1/6). Mereka menolak keputusan pemerintah menaikkan harga BBM yang langsung terasa dampak negatifnya.

Pengunjuk rasa menyatakan kenaikan harga BBM pada 23 Mei lalu terbukti semakin menyengsarakan rakyat. Harga-harga kebutuhan pokok segera melambung. Tarif angkutan pun naik minimal 20%. Sebentar lagi diikuti kenaikan tarif listrik. Bantuan langsung tunai Rp 100 ribu dinilai bukan sebagai bentuk kepedulian negara.

"Kita masyarakat tertindas akan terus melakukan perlawanan. Pemerintah justru membenturkan penerima BLT dengan masyarakat yang melakukan penolakan," kata Nining, juru bicara aksi Front Pembebasan Nasional.

Menurut Nining, para pejabat negara, anggota DPR, elite politik, dan para pemodal tidak akan merasakan dampak kenaikan harga BBM. Di sisi lain, media massa terus memberitakan daftar kekayaan pejabat negara. "Ini yang kita sebut kita dijajah oleh agen kaum modal dan mereka yang punya uang berlimpah serta hidup mewah," ujarnya.

Ratusan pengunjuk rasa ini juga berdemonstrasi di depan gedung Bank Dunia. Lembaga donor ini dinilai sebagai pemeran utama yang mendukung dan mendorong kenaikan harg a BBM. Dengan alasan pinjaman dan bantuan, Bank Dunia justru menguasai seluruh sumber alam dan aset negeri ini. "Dia (Bank Dunia) merupakan biang kerok keterpurukan ekonomi politik Indonesia," kata Nining.

Massa Front Perjuangan Rakyat langsung menuju Istana Negara. Mereka membawa tuntutan yang sama, yaitu menolak kenaikan harga BBM. Mereka menilai keputusan pemerintah tersebut memperparah krisis di Indonesia, menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK), pendapatan kaum tani dan nelayan terampas, serta usaha pedagang kecil semakin terpuruk.

Selain massa Front Perjuangan Rakyat dan Front Pembebasan Nasional, Bundaran Hotel Indonesia juga disesaki massa Hizbut Tahrir Indonesia yang menentang kenaikan harga BBM. (E4)

sumber : http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,Warga-Kembali-Demo-Tolak-Kenaikan-BBM-1808.html
Read More......

1 Juni : FPN aksi Depan Istana

Read More......

01 Juni 2008

1 Juni : Usir Bank Dunia dari Indonesia, Singkirkan Partai Politik Elit




Read More......

1 Juni : Sikap dan Tuntutan FPN

Read More......

1 Juni: Koordinator FPN di Depan Barisan Bendera

Read More......

1 Juni: FPN sedang bergerak dari World Bank ke Istana

Read More......

Agenda-agenda perlawanan Front Pembebasan Nasional dan Jaringan Front Pembebasan Nasional

Sumatera Utara:

Selasa, 27 Mei 2008: Ratusan Massa dari FPN Sumatera Utara melaukan aksi penyegelan SPBU Petronas yang terletak di Jalan Brigjen Katamso Medan. Penyegelan ini di lakukan sebagai simbol perlawanan terhadap Modal Internasional yang menjarah kekayaan alam Indonesia, juga sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan SBY-JK yang selalu tunduk pada kepentingan Modal Internasional. Selain melakukan penyegelan SPBU, massa FPN juga melakukan aksi teaterikal dan pembakaran ban bekas.

Sebelumnya, gedung DPRD Sumut juga di demo oleh FPN, yang pada intinya menyatakan ketidak percayaan pada Elit-Elit Politik yang ada di parlemen, karena tidak mampu mensejahterakan rakyat.

Jabotabek :

Kamis, 29 Mei 2008 : Sekitar 2000 orang massa FPN melakukan aksi ke Istana Negara. Aksi ini di mulai dari dua titik kumpul, Grogol dan Salemba. Massa dari dua titik ini kemudian melakukan longmarch (rute aksi dari Grogol: Grogol-Roxy-Harmoni-Istana. Rute dari Salemba: Salemba-Senin-Tugu Tani-Kedubes AS-Istana) untuk mengajak rakyat di sepanjang rute aksi agar terlibat dalam aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM. Selain menolak kenaikan harga BBM, FPN juga menyerukan pada rakyat untuk segera melakukan nasionalisasi industri migas di bawah kontrol rakyat, menyerukan agar gaji pejabat negara yang sangat besar untuk di potong, agar tidak membebani anggaran negara.

Setelah melakukan longmarch dari dua ttitik tesebut yang mendapatkan sambutan hangat dari rakyat di sepanjang jalan, massa aksi bertemu di depan RRI untuk mengkonsolidasikan kekuatan. Sebelumnya massa yang bergerak dari Grogol, berhenti terlebih dahulu di Depan Kantor Menkokesra, untuk memberikan kecaman terhadap Elit Politik yang gagal.

Upaya ribuan massa FPN untuk bergerak ke Istana, tidak berjalan mulus karena aparat kepolisian mencoba memprovokasi, dengan mencoba membubarkan massa, mengancam supir mobil komando, membentak massa, bahkan hingga memukuli koordinator barisan pelopor, kawan Kuswara hingga memar di bagian muka. Namun provokasi ini tidak di tanggapi oleh massa FPN dengan kepala panas, melainkan dengan cara menyolidkan barisan dan sedikit demi sedikit bergerak maju ke Istana, dan akhirnya massa aksi dapat maju hingga di seberan jalan depan Istana Negara dan melakukan Pidato-pidato politik dari pimpinan-pimpinan berbagai macam organisasi yang tergabung dalam FPN.

Dalam aksi kali ini, FPN sekali lagi menunjukan garis politik anti kooptasi Elit Politik secara tegas, ketika Permadi yang merupakan anggota DPR dari PDIP, nampak di sekitar lokasi aksi, massa FPN dengan semangat menyerukan yel-yel aksi “ Elit Politik,Gulingkan! Rakyat Berkuasa” yang di tujukan pada Permadi. Tentu saja, Permadi menjadi terkejut karena biasanya, kedatangan anggota Dewan untuk memberikan dukungan pada aksi-aksi tertentu di sambut hangat oleh massa, namun bagi FPN, sikap anggota Dewan/Elit Politik yang saat ini menolak kenaikan harga BBM adalah kepalsuan, karena di tangan DPR dan Pemerintalah lah semua kebijakan yang meliberalkan sektor migas di godok, di buat dan dijalankan.

Akhirnya tepat pukul 17.30, ribuan massa FPN membubarkan diri, dengan terlebih dahulu membuat barisan panjang menuju ke Patung Kuda, dan kemudian kembali ke tempat masing-masing.

Minggu, 1 juni 2008: 2 ribu massa FPN yang diantaranya menggunakan kendaraan bermotor, akan mengadakan aksi massa menolak kenaikan harga BBM. Massa akan berkumpul di Bunderan HI, kemudian akan ke kantor Bank Dunia dan Istana Negara. Selain menuntut pembatalan kenaikan harga BBM, FPN juga menuntut agar Industr Migas yang saat ini di kuasai Internasional, untuk di nasionalisasi, bukan oleh elit politik, tapi oleh kekuatan rakyat yang terorganisir. Sebelum menuju ke bunderan HI, massa FPN yang berasal dari Bekasi, akan melakukan aksi mimbar bebas di beberap terminal antara lain, terminal cikarang dan bekasi.

Aksi kali ini, mengarah ke Bank Dunia, untuk menunjukan pada rakyat Indonesia, bahwa kenaikan harga BBM tidak lepas dari campur tangan lembaga-lembaga keuangan Internasional, dengan menggunakan pemerintahan boneka di negara-negara dunia ketiga.

Menjelang aksi 1 juni ini, upaya-upaya untuk melemahkan pembangunan gerakan FPN ataupun gerakan rakyat yang lain semakin gencar. Selebaran-selebaran gelap yang berisikan provokosi terhadap FPN –seperti FPN akan mengganti uang tranport dan makan bagi peserta aksi, FPN membagi-bagi sembako gratis dll- semakin banyak, juga sms-sms fitnah terhadap FPN maupun terhadap individu-individu dalam FPN

Yogyakarta:

Minggu, 1 juni 2008 : KRB (Komite Rakyat Bersatu), akan melakukan aksi dari Tugu Yogyakarta ke Istana Agung. Dengan perkiraan massa mencapai 400 orang berencana untuk menduduki Istana Agung. Aksi ini akan di mulai jam 11 siang. Sebelum aksi telah di lakukan berbagai pra kondisi di posko-posko batalkan kenaikan BBM, dengan persatuan rakyat, saatnya rakyat berkuasa. Aktifitas di posko-posko antara lain menyebakan angket yang berisi pertanyaan :

1. Apakan anda setuju kenaikan BBM ?

2. Apakah anda sepakat dengan aksi-aksi penolakan kenaika BBM?

3. Apakah anda bersedia ikut aksi menolak kenaikan Harga BBM ?

Selain angket, juga di lakukan pemutaran film, diskusi dan pertunjukan kesenian.

Posko-pokso ini telah ada di :

1. Posko Induk, UGM, Yogyakarta

2. Posko di Kampus Atmajaya, Babarsari, Yogyakarta

3. Posko di Suryo Wijayan

4. Posko di Kampus UIN

5. Posko di Kampus UMY

6. Posko di Sewon

7. Posko di Parang Tritis

8. Posko di Bawu Sasran

Semarang, Jawa Tengah :

Senin, 2 juni 2008: FPN Semarang akan melakukan aksi penutupan/blokir jalan di beberapa titik, antara lain Kaligawe dan Banyumanik.

Jawa Timur

Surabaya dan Sekitarnya

Minggu, 1 juni 2008: 500 massa FPN akan melakukan aksi dari Hotel Cendana ke Gedung Grahadi (Kantor Gubernur) Jawa Timur, untuk menuntut pembatalan kenaikan harga BBM. Sama seperti FPN di daerah lainnya, FPN Jatim juga menuntut Nasionalisasi Industri Migas di bawah kontrol rakyat., karena semua elit-slit politik telah gagal. Bersamaan dengan aksi, FPN Jawa Timur juga akan membuka Posko Induk Pengaduan Dampak Kenaikan Harga BBM di depan Gedung Grahadi, yang sudah di dirikan malam ini.

Senin, 2 juni : FPN Jawa Timur akan melakukan aksi solidaritas terhadap PHK 150 buruh yang menjadi anggota FSPMI. PHK ini dilakukan oleh pihak pengusaha PO CIPTO karena tidak menginginkan adanya serikat buruh di perusahaannya. Aksi solidaritas ini akan di lakukan di Konjen Jepang. Selain aksi solidaritas, aksi hari senin ini juga tetap mengkampanyekan penolakan terhadap kenaikan harga BBM

Perkembangan lain :

FPN Jawa Timur telah membuka posko-posko Pengaduan Dampak Kenaikan BBM di berbagai tempat :

1. Posko di Lempung Tama (kawasan Industri Tandes) Surabaya

2. Posko di Kampus Untag, Semolawaru, Surabaya

3. Posko di Kampus Unesa, Ketintang, Surabaya

4. Posko di Kampus IAIN, Wonocolo, Surabaya

5. Posko di sekretariat KPPD, Ngagel, Suarabaya

6. Posko di Sekber FPN, Dukuh Kupang, Surabaya

Malang

Minggu, 1 juni 2008 : Jaringan FPN di Jawa Timur dengan Organ-Organ Gerakan lainnya yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Malang (FPRM) akan melakukan Rapat Akbar Penolakan Kenaikan Harga BBM di Balai Kota Malang, dengan perkiraan massa berjumlah 1458 orang. Sebelumnya telah di bagikan petisi penolakan kenaikan harga BBM di basis masing-masing organisasi.

Kalimantan Timur

Samarinda

Upaya untuk membangun FPN sedang di lakukan, dengan cara melakukan diskusi-diskusi dengan organisasi-organisasi yang struktur nasionalnya telah tergabung dalam FPN, di samping diskusi dengan organ gerakan setempat yang juga mempunyai kehendak yang sama. Hasil diskusi di antara organisasi ini akan di share ke organ-organ gerakan secara luas, karena di Kalimantan Timur sudah terbangun aliansi untuk merespon kenaikan harga BBM dan sudah beberap kali melakukan aksi-aksi.

Sulawesi Tengah

Palu

Sekitar tanggal 2-10 Juni, FPN Palu akan mengadakan aksi massa menolak kenaikan harga BBM

Parigi

Senin, 2 Juni 2008: FPN Pargi berencana akan melakukan aksi menolak kenaikan harga BBM, Nasionalisasi Industri Migas di Bawah kontrol Rakyat, dengan perkiraan massa mencapai 1000 orang yang berasal dari Serikat Tani Parigi dan Organisasi Pemuda, dengan sasaran aksi Gedung Bupati dan Gedung DPRD Parigi.

Read More......

TERBITAN KPRM-PRD